KKN XIV STAIKAP Kelompok 05 Dukuh Sepete Menggelar Seminar Penguatan Ketahanan Pangan Berbasis UMKM Perdesaan serta Pendampingan Sertifikasi Produk Halal

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) XIV STAI Ki Ageng Pekalongan (STAIKAP) Kelompok 05 Dukuh Sepete kembali menunjukkan kontribusi nyata mereka dalam memberdayakan masyarakat desa melalui penyelenggaraan seminar bertema “Pengembangan Ketahanan Pangan Berbasis UMKM Perdesaan serta Pendampingan Sertifikasi Produk Halal”. Acara ini digelar pada Jumat, 12 Desember 2025, bertempat di Aula Balai Desa Legok Gunung, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan. Pelaku UMKM dari Desa Legok Gunung dan Jetakkidul menjadi peserta utama kegiatan ini.

Sejak pukul 12.30 WIB, para peserta mulai memenuhi ruangan dengan antusias tinggi. Kehadiran pelaku usaha yang cukup banyak menunjukkan bahwa UMKM desa memang membutuhkan ruang pembelajaran yang lebih komprehensif agar dapat terus berkembang dan beradaptasi dengan perkembangan zaman. Mahasiswa KKN XIV STAIKAP Kelompok 05 Dukuh Sepete bekerja sama dengan perangkat desa untuk memastikan seminar berjalan tertib dan memberikan manfaat yang optimal bagi peserta.

Ketahanan Pangan Berbasis UMKM Perdesaan Menjadi Fokus Utama Seminar

Materi inti seminar disampaikan oleh Nurrochman, M.Pd.I, dosen dari STAIKAP yang menjadi narasumber utama. Beliau menjelaskan secara mendalam tentang makna ketahanan pangan dalam konteks desa serta bagaimana UMKM memegang peranan strategis dalam menciptakan stabilitas pangan lokal. Menurutnya, ketahanan pangan bukan lagi sekadar tentang ketersediaan bahan pangan, tetapi merupakan sistem besar yang mencakup produksi, distribusi, akses masyarakat terhadap pangan, serta keberlanjutan usaha.

Dalam penjelasannya, Nurrochman menekankan bahwa desa memiliki potensi yang sangat besar dalam sektor pangan—inovasi olahan singkong, tepung lokal, hasil pertanian rumahan, makanan olahan tradisional, hingga minuman herbal merupakan contoh produk yang berasal dari potensi lokal namun belum semua dikelola secara optimal oleh UMKM desa. Ketika pelaku usaha mampu mengembangkan produk dengan nilai tambah tinggi, maka ketahanan pangan wilayah dapat terbentuk dengan sendirinya.

Beliau juga menjabarkan bahwa UMKM menjadi aktor penting dalam kemandirian pangan desa. UMKM-lah yang mengolah hasil panen lokal, memasarkan produk berbasis desa, serta menjaga perputaran ekonomi masyarakat. Karena itu, penguatan kapasitas UMKM melalui edukasi, pendampingan, dan inovasi menjadi langkah strategis untuk memperkuat fondasi ekonomi perdesaan.

Selain itu, pemateri menyampaikan pentingnya diversifikasi produk agar UMKM tidak bergantung pada satu jenis komoditas saja. Inovasi seperti pengolahan makanan modern, pengemasan yang lebih baik, peningkatan higienitas, dan peningkatan kualitas bahan baku merupakan hal-hal yang harus mulai dioptimalkan. Dengan pengetahuan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman bahwa ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan sinergi antara masyarakat, pelaku usaha, dan lembaga pendidikan seperti STAIKAP.

Pendampingan Sertifikasi Produk Halal Sebagai Materi Tambahan yang Sangat Diminati Peserta

Selain pemaparan tentang ketahanan pangan, seminar ini juga menghadirkan materi tambahan mengenai pendampingan sertifikasi halal. Materi ini dibawakan oleh Ir. Mudatsir, M.P. dari Bank Indonesia yang menjadi narasumber kedua dalam kegiatan tersebut. Beliau menjelaskan pentingnya legalitas halal sebagai salah satu aspek penunjang kualitas dan daya saing produk UMKM.

Dalam presentasinya, Mudatsir memaparkan bahwa sertifikasi halal merupakan salah satu standar yang kini semakin dibutuhkan konsumen Indonesia. Dengan adanya label halal, konsumen akan merasa lebih aman dan percaya terhadap kualitas suatu produk. Hal inilah yang menjadi alasan utama mengapa pendampingan sertifikasi halal sangat penting dilakukan, terutama bagi UMKM yang ingin memperluas pasarnya.

Narasumber juga memberikan gambaran jelas mengenai alur pengajuan sertifikasi halal, mulai dari pendaftaran, persyaratan bahan baku, proses pemeriksaan, hingga pendampingan oleh lembaga terkait. Dengan penjelasan tersebut, pelaku UMKM merasa terbantu karena selama ini banyak dari mereka menganggap bahwa sertifikasi halal adalah proses yang rumit dan memerlukan biaya besar. Melalui seminar ini, mereka memahami bahwa proses tersebut sebenarnya dapat dilakukan secara bertahap dengan pendampingan yang tepat.

Materi tambahan ini kemudian menjadi pelengkap yang sangat sesuai dengan materi utama tentang ketahanan pangan. Produksi pangan yang kuat perlu dilengkapi legalitas yang jelas agar mampu menembus pasar yang lebih luas dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap produk desa.

Interaksi Peserta yang Antusias dan Kesan Positif dari Pelaku UMKM

Selama sesi tanya jawab, para peserta menunjukkan antusiasme luar biasa. Banyak pertanyaan terkait proses inovasi produk, teknik pengolahan pangan yang higienis, cara meningkatkan daya tahan produk, serta pertanyaan mengenai pembuatan akun OSS untuk pengurusan sertifikasi halal. Keaktifan peserta menunjukkan bahwa seminar ini benar-benar menyentuh kebutuhan mereka.

Mahasiswa KKN XIV STAIKAP Kelompok 05 Dukuh Sepete turut membantu teknis acara serta mendampingi peserta yang memerlukan informasi tambahan. Peran mahasiswa sebagai jembatan antara dunia akademik dan masyarakat terlihat jelas melalui kegiatan ini. Mereka tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga membantu peserta memahami konsep-konsep baru yang dapat langsung diterapkan dalam kegiatan usaha sehari-hari.

Kontribusi Nyata KKN XIV STAIKAP Kelompok 05 Dukuh Sepete untuk Pemberdayaan Masyarakat Desa

Kegiatan seminar ini menjadi bagian dari rangkaian program kerja mahasiswa KKN XIV STAIKAP Kelompok 05 Dukuh Sepete dalam upaya mendukung pemberdayaan masyarakat. Melalui edukasi tentang ketahanan pangan dan pendampingan sertifikasi halal, mahasiswa menunjukkan bahwa program KKN bukan hanya sekadar aktivitas seremonial, tetapi merupakan upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas ekonomi masyarakat desa.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan pelaku UMKM di Desa Legok Gunung dan Jetakkidul dapat menerapkan ilmu yang mereka dapatkan. Pengembangan usaha berbasis ketahanan pangan dan kualitas halal diharapkan menjadi pondasi kuat agar produk desa memiliki daya saing lebih tinggi, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga regional bahkan nasional.

Seminar ini diharapkan menjadi awal yang baik bagi pengembangan UMKM desa ke arah yang lebih modern, berdaya saing, dan berkelanjutan. Program ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa KKN XIV STAIKAP Kelompok 05 Dukuh Sepete mampu menghadirkan kegiatan yang bermanfaat dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Kreator: Wulan Tina

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *